Sherina Tak Takut Menjelajah Hutan

Penulis: Cesita Putri Ramadhani
Editor : Dwi Azti Anggraini
Sumber: pulsk.com

Sumber: pulsk.com

“Dia pikir
Dia yang paling hebat
Merasa paling jago
Dan paling dahsyat…”

Mungkin nggak sih, ada dua anak SD berkelana di hutan dan tidak pulang seharian? Sherina dan Sadam tentu langsung bersorak, “Ada, kok!”

Bagi generasi ‘90an tentu familiar dengan potongan lagu di atas. Ya, siapa tak tahu kisah dua anak yang semula bermusuhan kemudian berteman ini. Sherina (Sinna Sherina Munaf) dikisahkan baru pindah rumah dari Jakarta ke Bandung. Ia harus berpisah dengan sahabat-sahabatnya di Jakarta dan berkenalan dengan teman-teman baru di sekolah barunya.

Di hari pertamanya masuk sekolah baru, awalnya ia merasa percaya diri dan merasa semua akan berjalan dengan lancar. Ia menulis nama lengkap di papan tulis. Namun, ketika ibu guru (Dewi Hughes) bertanya kepanjangan “M” dari singkatan namanya, tiba-tiba Sadam (Derby Romero) berteriak “Monyet” sebelum Sherina sempat menjawab pertanyaan gurunya. Yang terlihat dari ekspresi wajah Sherina pada saat itu, kira-kira di benaknya berkata “Ini awal peperangan kita”.

Pertentangan antara keduanya digambarkan dengan apik oleh Mira Lesmana dan Riri Riza. Aroma bermusuhan di antara mereka bisa dilihat ketika kubu Sherina dan kubu Sadam bersahutan menyanyikan lagu berjudul “Jagoan”.

Tanpa sepengetahuan keduanya, ternyata ayah Sherina, Darmawan (Mathias Muchus) bekerja sama dengan ayah Sadam, Ardiwilaga (Didi Petet) mengelola perkebunan teh. Mereka baru mengetahui itu ketika liburan sekolah. Sherina diajak berlibur ayahnya ke rumah kerabatnya yang tenyata adalah kediaman keluarga Sadam.

Singkat cerita, Sherina yang menantang Sadam untuk berpetualang di hutan justru membawa mereka kepada pengungkapan rencana pembabatan perkebunan teh milik ayah Sadam. Konglomerat bernama Kertaradjasa (Djaduk Ferianto) berniat menguasai perkebunan teh itu untuk pembangunan proyek propertinya.

Sherina dan Sadam bisa mengungkap hal tersebut setelah mereka menyelidiki tujuan orang-orang yang menculik mereka di hutan. Kelompok penculik yang ternyata merupakan kaki tangan Kertaradjasa itu dipimpin oleh Pak Raden (Butet Kertaradjasa).
Setelah peristiwa itu, Kertaradjasa di tangkap oleh pihak berwajib yang ternyata sudah memburunya. Sherina dan Sadam pun tidak bermusuhan lagi.

Film musikal ini ditutup dengan Sherina, Sadam, serta teman-teman sekolahnya menyanyikan lagu “Persahabatan” sambil menari bersama-sama di halaman sekolah.

Produser: Mira Lesmana

Sutradara: Riri Riza

Penulis: Jujur Prananto, Mira Lesmana

Pemeran: Derby Romero, Sherina Munaf, Dewi Hughes, Mathias Muchus, Ucy Nurul, Ratna Riantiarno, Didi Petet,Djaduk Ferianto, Butet Kertaradjasa, Henidar Amroe

This entry was posted in Nostalgia. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s